Masalah Menstruasi Bukanlah Hal Benar

Masalah Menstruasi Bukanlah Hal Benar

Pendarahan, kram, dan mood yang tidak konstan ialah hal normal dirasakan semua wanita namun meremehkan masalah menstruasi bukanlah hal yang benar.

Bahkan juga beberapa orang alami keluh kesah yang lebih dari itu. Misalkan sakit punggung, dada, pening, atau bahkan juga tidak sadarkan diri.

Meremehkan Masalah Menstruasi Bukanlah Hal yang Benar!

Tetapi tahukah kamu jika beberapa keluh kesah yang dipandang biasa itu menjadi tanda penyakit yang lain? Misalkan penyakit seksual menyebar, tiroid, atau bahkan juga radang panggul.

Baca Juga: Khasiat Kopi Untuk Kesehatan

Oleh karena itu, kamu harus dapat mengenali pertanda ketidaknormalan pada haidmu dan jangan remehkan Masalah Menstruasi Bukanlah Hal Benar. Untuk ketahuinya, yok, baca berikut!

Migrain yang tidak tertahan

Kadang menstruasi disertai dengan sakit di kepala. Berdasar data dari WebMD, permasalahan ini minimal dirasakan oleh 60 % wanita. Umumnya keadaan ini serang 2 hari saat sebelum haid sampai 3 hari sesudahnya.

Tetapi bila kamu merasainya setiap waktu dan dalam periode waktu lama, bisa saja kamu memang mempunyai penyakit migrain. Untuk meredakannya, Mayo Clinic menjelaskan jika tidak apa-apa untuk minum obat migrain dan penurun sakit untuk menyembuhkan bengkak pembuluh darah. Bila tidak juga surut, kamu harus memeriksakan ke dokter.

Volume menstruasi Anda semakin banyak dari umumnya

Biasanya wanita keluarkan volume darah haid rerata 30-40 ml satu bulan. Tetapi beberapa wanita keluarkan sampai lebih dari 60 ml satu bulan. Keadaan ini disebutkan menoragia, dan ini menjadi tanda dari keadaan menstruasi tidak normal.

Bila Anda sampai perlu menukar pembalut nyaris setiap jam, karena itu Anda bisa digolongkan alami keadaan itu. Kehilangan banyak darah mengakibatkan badan kehilangan zat besi yang diperlukan untuk produksi hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, jumlah sel darah merah akan menyusut secara berarti hingga mengakibatkan anemia. Keadaan ini diikuti dengan beberapa gejala seperti kecapekan, pucat, dan napas pendek.

Volume menstruasi yang semakin tinggi ini bisa karena beberapa hal sebagai berikut ini:

  • Kehamilan yang tidak normal atau keguguran.
  • Penggunaan IUD (intrauterine piranti) atau spiral sebagai sistem kontrasepsi.
  • Penyakit radang panggul
  • Gangguan aglutinasi darah.
  • Kanker kandungan.
  • Polip atau fibroid kandungan.

Kelebihan volume darah yang keluar bisa dikurangkan dengan konsumsi kontrasepsi oral atau obat asam traneksamat yang bisa tingkatkan pembekuan darah. Tetapi bila volume menstruasi Anda semakin banyak dari umumnya, seharusnya Anda selekasnya memeriksa diri ke dokter. Bila sesudah konsumsi obat keadaan Anda tidak lebih baik, dokter akan merekomendasikan untuk jalani pengecekan ultrasound (USG) untuk mengecek organ panggul.

Menstruasi Anda melamban atau bahkan juga stop

Amenorea ialah keadaan saat seorang wanita stop alami menstruasi, atau telah berusia 15 tetapi belum pernah merasakan haid. Ini karena pengurangan produksi estrogen hingga frekwensi menstruasi jadi semakin jarang-jarang.

Biasanya amenorea terjadi dengan cara alamiah pada seputar umur 50-an tahun. Anda ada dalam periode menopause saat telah 12 bulan beruntun tidak alami menstruas.

Tetapi yang penting dicurigai ialah bila amenorea terjadi saat sebelum umur 40. Pada umur ini, peluang yang bisa jadi pemicu berhentinya menstruasi ialah:

  • Anda sedang hamil.
  • Berolahraga begitu berat atau sering. Frekwensi dan intensif olahraga yang terlalu berlebih bisa mempengaruhi produksi dan kerja hormon reproduksi yang mengendalikan transisi menstruasi.
  • Mengalami masalah skema makan seperti anoreksia nervosa. Kebatasan kalori pada tubuh merintangi pelepasan hormon yang diperlukan pada proses ovulasi.
  • Kemungkinan pemicu lain ialah sedang dalam periode menyusui, kegemukan, konsumsi pil KB, masalah pada hipotalamus (sisi otak yang mengendalikan regulasi hormon reproduksi), masalah kelenjar tiroid, depresi, masalah pada kandungan, sindrom ovarium polisistik, ovarium yang stop berperan lebih awal, dan masalah kesetimbangan hormon lain.

Selekasnya kontrol diri ke dokter bila menstruasi Anda stop, tidak teratur, atau kerap telat dalam saat yang lumayan panjang.

Kram perut yang mengagumkan

Menstruasi memang menyebabkan kram, khususnya di perut sisi bawah. Tetapi bila merasa sakit itu benar-benar mengusik serta membuat kamu susah melakukan aktivitas, kamu perlu memeriksakan ke dokter. Apa lagi bila obat penurun nyeri tidak dapat menolongmu.

Keadaan itu di dunia klinis kerap dikatakan sebagai dysmenorrhea. Menurut study dari American College of Obstetricians and Gynecologysts (ACOG), minimal 1/2 wanita alami permasalahan ini. Lantas apa pemicunya?

Ada dua peluang. Pertama, merasa sakit disebabkan karena bahan kimia dalam badanmu sendiri. Yang ke-2 , dysmenorrhea ada karena penyakit lain. Misalkan, fibroid, endometriosis, dan adenomyosis. Ke-3 nya sebagai penyakit akut yang perlu diatasi oleh dokter.

Turun-naiknya mood yang terlalu berlebih

Pengurangan estrogen dan progesteron yang terjadi mendekati dan sepanjang menstruasi dapat membuat mood turun naik. Tetapi bila kamu berasa ini seolah menggantimu jadi orang yang lain, kamu pantas berprasangka buruk.

Dikutip dari situs SELF, mood yang berbeda mencolok dan berlebihan bisa disebabkan karena premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Kamu terus akan berasa geram, terusik, serta stres. Umumnya tanda-tanda PMDD ada satu minggu saat sebelum menstruasi.

Coba, lihat bagaimana mood swing-mu sepanjang PMS sampai menstruasi. Kamu bisa juga menanyakan ke orang sekeliling. Bila benar-benar sangat kronis sampai mengusik rutinitas, seharusnya kontrol ke dokter berkenaan peluang PMDD.

Babak menstruasi tidak teratur

Bila kamu selalu hitung hari menstruasi, kamu tentu dapat memprediksi kapan hadirnya waktu itu. Umumnya, interval antar menstruasi sekitar di antara 21 sampai 30 hari. Tetapi bila tiap bulannya masa itu tidak pasti, peluang ada yang tidak kelar dengan badanmu.

Salah satunya keadaan yang kemungkinan mengakibatkan ialah hipotiroidisme. Ini sebagai keadaan di mana kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan hormon yang cukup. Pada akhirnya, menstruasi juga terjadi bisa lebih cepat dibanding umumnya.

Keadaan selanjutnya ialah hipertiroidisme, kelenjar tiroid menghasilkan hormon kebanyakan. Dikutip dari Mayo Clinic, ini akan menyebabkan menstruasi yang begitu sedikit dan tidak teratur. Karena estrogen dan progesteron semakin meningkat.

Menstruasi mendadak tidak tiba sepanjang beberapa waktu

Sudah pernahkah kamu tidak alami menstruasi sepanjang beberapa bulan? Umumnya orang akan beranggapan jika kamu sedang hamil. Tetapi bila kamu tidak berhubungan seks selama saat itu, karena itu kamu bisa saja alami amenorrhea.

Dikutip dari situs Mayo Clinic, amenorrhea ialah keadaan di mana wanita melepaskan masa menstruasi minimum 3x. Ini sebagai permasalahan yang disebabkan karena hormon. Kamu harus selekasnya diskusi sama dokter bila kamu alami ini.

Spotting terlalu berlebih di tengah menstruasi

Spotting ialah keluarnya bintik-bintik darah warna cokelat dari vagina. Umumnya ini terjadi mendekati akhir menstruasi. Spotting sebagai keadaan yang cukup normal, terkecuali bila terjadi di tengah menstruasi.

Meskipun jarang ada, ada banyak penyakit yang diikuti oleh keadaan itu. Pertama, radang panggul. Tanda-tanda yang menyertainya ialah keluarnya berbau tidak lezat dari tempat kewanitaan dan rasa terbakar saat buang air kecil. Kanker serviks bisa juga jadi pemicu dari permasalahan itu.

Berita baiknya, keadaan yang sudah disebut sebelumnya tidak selamanya terjadi kok. Bahkan juga dapat disebut jarang-jarang. Namun, kamu harus tetap siaga karena tanda-tanda dari penyakit ‘di bawah sana’ cukup susah untuk diketahui.

Apa beberapa faktor yang bisa tingkatkan resiko untuk alami masalah menstruasi?

Masalah menstruasi ialah keadaan yang bisa terjadi dalam hampir tiap wanita, lepas dari berapakah umur dan apa barisan ras penderitanya. Tetapi, ada faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko seorang untuk alami keadaan ini. Penting untuk Anda kenali jika mempunyai salah satunya atau faktor-faktor resiko bukan bermakna Anda pasti menanggung derita satu penyakit atau keadaan kesehatan.

Dalam kasus yang jarang ada, tidak tutup peluang seorang bisa terserang penyakit atau keadaan kesehatan tertentu tanpa satu juga beberapa faktor resiko. Berikut beberapa faktor resiko yang bisa memacu berlangsungnya masalah haid:

Umur

Umur berperanan penting dalam masalah menstruasi. Anak wanita yang mulai menstruasi pada umur 11 tahun ataupun lebih muda mempunyai risiko semakin tinggi pada kesakitan haid, masa haid yang semakin lama, dan transisi menstruasi yang lebih panjang.

Remaja bisa alami masalah amenorrhea saat sebelum transisi ovulasi mereka teratur. Wanita dalam periode mendekati menopause (perimenopause) dapat alami mangkir haid. Beberapa kasus pendarahan terlalu berlebih dapat terjadi pada periode perimenopause.

Berat tubuh kurang atau terlalu berlebih

Berat badan yang berlebih atau kekurangan berat tubuh bisa tingkatkan risiko dysmenorrhea atau amenorrhea.

Transisi dan saluran menstruasi

Transisi menstruasi yang lebih panjang ataupun lebih berat umumnya diasumsikan dengan kram dan rasa nyeri.

Kehamilan

Wanita yang telah alami kehamilan seringkali mempunyai resiko semakin tinggi alami menorrhagia. Wanita yang masih belum pernah melahirkan mempunyai risiko semakin tinggi alami dysmenorrhea, sedang wanita yang melahirkan pada umur muda mempunyai risiko lebih rendah.

Depresi

Depresi fisik dan emosional bisa merintangi lepasnya hormon LH (Luteinizing Hormone) dan mengakibatkan amenorrhea sebentar.

Masalah menstruasi yang terjadi cuman kadang-kadang umumnya termasuk normal dan tak perlu dicemaskan. Tetapi bila gejala-gejalanya kerap ada dan telah berjalan dalam periode waktu lama, Anda dianjurkan untuk selekasnya konsultasi ke dokter.